<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Inventco Netmedia - Internet Marketing Company</title>
	<atom:link href="http://inventco.net/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://inventco.net</link>
	<description>Internet Marketing Company</description>
	<lastBuildDate>Mon, 22 Feb 2010 04:44:23 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Etika ber-Twitter : Konfik MarioTeguh MTGW Antara Pernyataan dan Diskusi</title>
		<link>http://inventco.net/studi-kasus/etika-ber-twitter-konfik-marioteguh-mtgw-antara-pernyataan-dan-diskusi/</link>
		<comments>http://inventco.net/studi-kasus/etika-ber-twitter-konfik-marioteguh-mtgw-antara-pernyataan-dan-diskusi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Feb 2010 04:42:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mada Azhari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Online Reputation Management]]></category>
		<category><![CDATA[Studi Kasus]]></category>
		<category><![CDATA[etika bertwitter]]></category>
		<category><![CDATA[konflik mario teguh]]></category>
		<category><![CDATA[manajemen reputasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://inventco.net/?p=458</guid>
		<description><![CDATA[Kita pasti sudah mengenal Mario Teguh, sang motivator emas yang sudah sangat familiar kita dengar dan kita lihat di berbagai media baik online maupun offline.
Dalam akun twitternya kemarin sang motivator ini menuai protes sebagai akibat dari postingannya yang kontroversial.

&#8221; @MarioTeguhMTGW perempuan yang suka dugem dan merokok tidak layak untuk dinikahi &#8220;

Di era social media, masih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://inventco.net/wp-content/uploads/2010/02/mario-teguh.jpg"><img class="size-full wp-image-459 alignleft" title="mario-teguh" src="http://inventco.net/wp-content/uploads/2010/02/mario-teguh.jpg" alt="mario-teguh" width="138" height="200" /></a>Kita pasti sudah mengenal Mario Teguh, sang motivator emas yang sudah sangat familiar kita dengar dan kita lihat di berbagai media baik online maupun offline.</p>
<p>Dalam akun twitternya kemarin sang motivator ini menuai protes sebagai akibat dari postingannya yang kontroversial.</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">&#8221; @MarioTeguhMTGW perempuan yang suka dugem dan merokok tidak layak untuk dinikahi &#8220;</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Di era social media, masih banyak kalangan belum memahami etika dalam berkomunikasi di ranah maya. Meski orang tersebut seorang <em>publik figure</em>, pejabat, bergelar tinggi bahkan seorang motivator ulung.</p>
<p>Jika kita lihat <em>posting</em>an Mario Teguh sepertinya ia ingin membuka sebuah topik diskusi, namun (mungkin) karena ketidaktahuannya etika ber-<em>social media</em>, sehingga ia terjebak dalam anggapan sebuah pernyataan/persepsi pribadi.</p>
<p>Seharusnya Mario Teguh memberikan sebuah kalimat &#8221; Diskusi &#8221; atau &#8220;<em> New Post &#8220;</em> (apabila ada artikel blog yang mendukungnya) di depan postingannnya tersebut.<br />
contoh :</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">&#8221; @MarioTeguhMTGW [Diskusi] perempuan yang suka dugem dan merokok tidak layak untuk dinikahi &#8220;</p>
</blockquote>
<p style="text-align: center;">atau</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">&#8221; @MarioTeguhMTGW [New Post] perempuan yang suka dugem dan merokok tidak layak untuk dinikahi http://bit.ly/xxxxxxx&#8221;</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Selain hal tersebut, sebaiknya tetap berbesar hati untuk meminta maaf dan mengklarifikasi hal kontroversial yang telah terjadi di ranah maya juga bukan langsung menutup akun twitternya secara tiba-tiba.</p>
<p style="text-align: justify;">Inilah perlunya sebuah <a href="http://inventco.net/services">manajemen reputasi di online</a>, dengan demikan seorang sekelas Mario Teguh dan atau orang-orang publik figure lagi tidak lagi terjebak dalam kegagapan beretika di <em>social media.</em></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Follow Us : <a href="http://twitter.com/inventco">@inventco</a></p>
<h3 class="bsuite_related_bypageviews">People who looked at this item also looked at&#8230;</h3>
<ul class="bsuite_related">
<li><a href='http://inventco.net/services/'>Services</a></li>
<li><a href='http://inventco.net/projects/'>Projects</a></li>
<li><a href='http://inventco.net/studi-kasus/trending-topics-di-twitter-mentahkan-konsep-the-tipping-point/'>Trending Topics Di Twitter Mentahkan Konsep The Tipping Point ?</a></li>
<li><a href='http://inventco.net/about/'>About</a></li>
<li><a href='http://inventco.net/studi-kasus/rpm-sensor-konten-internet-indonesia/'>Selamat Datang RPM Konten Yang Sensasional Itu</a></li>
</ul>
<h3 class="bsuite_related">Related items</h3>
<ul class="bsuite_related">
<li><a href='http://inventco.net/studi-kasus/rpm-sensor-konten-internet-indonesia/'>Selamat Datang RPM Konten Yang Sensasional Itu</a></li>
<li><a href='http://inventco.net/online-reputation-management/kerahasiaan-pribadi-era-social-media-harus-dijaga/'>Kerahasiaan Pribadi di Era Social Media, Haruskah Dijaga?</a></li>
<li><a href='http://inventco.net/online-reputation-management/online-reputation-management-adalah-keharusan/'>Online Reputation Management Adalah Keharusan</a></li>
<li><a href='http://inventco.net/studi-kasus/gerakan-koin-peduli-prita-sandi-freeprita/'>Gerakan ini menggunakan sandi #FreePrita</a></li>
<li><a href='http://inventco.net/online-monitized/email-newsletter-perangkat-meningkatkan-trafik-dan-penjualan/'>Email Newsletter : Perangkat Meningkatkan Trafik dan Penjualan</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://inventco.net/studi-kasus/etika-ber-twitter-konfik-marioteguh-mtgw-antara-pernyataan-dan-diskusi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selamat Datang RPM Konten Yang Sensasional Itu</title>
		<link>http://inventco.net/studi-kasus/rpm-sensor-konten-internet-indonesia/</link>
		<comments>http://inventco.net/studi-kasus/rpm-sensor-konten-internet-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Feb 2010 10:27:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Arham</dc:creator>
				<category><![CDATA[Studi Kasus]]></category>
		<category><![CDATA[KOMINFO]]></category>
		<category><![CDATA[PERMEN]]></category>
		<category><![CDATA[RPMkonten]]></category>
		<category><![CDATA[social media]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://inventco.net/?p=453</guid>
		<description><![CDATA[Secara konten, PERMEN berfungsi cenderung melindungi pengguna layanan social media, namun sayangnya justru membunuh penyedia jasa internet. Yang berarti sekaligus mematikan keduanya. Nah, bagaimana pendapat Anda?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Belum selesai masalah Undang Undang ITE, seakan tak belajar dari pengalaman, kini blunder kembali dibuat RPM Konten. Disiarkan 2 hari lalu, rancangan <strong>Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika tentang konten multimedia</strong> resmi dirilis ke publik. Bagaimana reaksinya? Tentu saja Menolak/revisi, gunakan sandi <a title="Tolak RPM konten" href="http://search.twitter.com/search?q=%23tolakrpmkonten">#tolakRPMkonten</a>.<span id="more-453"></span></p>
<p><strong>RPM konten itu dinilai bersifat represif</strong> dan mengekang dinamika transparasi berita dan kebebasan bersosial juga berpendapat serta berekspresi di media Internet. Lain dari itu, peraturan Menteri ini telah mematikan, baik dari sisi penyelenggara maupun pengguna internet yang sekaligus mengembalikan paradigma lama zaman Orde Baru berkuasa.</p>
<p>Di luar sana ada sudut pandang yang menyimpulkan bahaya kekuatan internet bagi kekuasaan (intrik politik). Seperti yang kita tahu, dukungan politis rasanya belum legal jika tidak ada <a href="http://inventco.net/online-reputation-management/kerahasiaan-pribadi-era-social-media-harus-dijaga/">dukungan dari netizen</a>. Karena itulah adanya butir-butir peraturan yang sangat janggal.</p>
<p>Dan, beberapa hal yang perlu dicermati yakni:</p>
<h3 id="453_poin-pertama-tentang_1" >Poin Pertama tentang Karir</h3>
<p style="text-align: left;"><img class="aligncenter" title="pasal 7 rpm konten multimedia" src="http://img94.imageshack.us/img94/2263/pasal7rpmkonten.png" alt="Tolak RPM konten" /><br />
Poin penting disini adalah penyedia layanan website bahkan juga penikmat layanan dilarang menampilkan informasi pribadi seperti alamat, nomor telepon, email, tanggal lahir, pendapatan, dan bahkan kemampuan intelektualitas dan rekomendasi. Jadi urungkan saja niat anda untuk membangun branding bahkan mengumbar data pribadi anda termasuk memamerkan CV/Biografi ke internet pada layanan scribd.com atau slideshare.</p>
<p>Jika anda memiliki account di Facebook, twitter, juga bahkan Blog ada baiknya segera hapus account anda dan kalau anda termasuk yang suka mencari pekerjaan lewat internet semisal JobsDB dan sebagainya, maka <strong>mulailah (kembali) kebiasaan mencari pekerjaan lewat koran atau majalah</strong>.</p>
<h3 id="453_poin-kedua-tentang-d_1" >Poin Kedua tentang DISCLAIMER</h3>
</p>
<p style="text-align: left;"><img class="aligncenter" title="dilarang disclimer" src="http://img99.imageshack.us/img99/4307/pasalrpm.png" alt="Tolak RPM konten" /><br />
Jika selama ini penyedia layanan sudah mengedukasi penggunanya agar menjadi lebih <em>savvy</em> dan bijaksana dengan memberi tanggung jawab pada setiap konten yang dibuatnya. Setelah PERMEN ini dirilis maka, penyelenggara jasa/layanan berbasis internet wajib mengawasi setiap jengkal konten yang tersaji. Jika saja terdapat kata kata yang mengandung asusila atau mungkin menyingung penguasa maka penyelenggara dapat dikenakan sanksi.</p>
<p>Kalau begitu <strong>Moderasi!</strong> saja. Ya, jadi setiap kali pengguna ingin mempublish sesuatu (konten) maka konten tersebut wajib melalui tahap moderasi. Hal ini juga berarti pemilik blog, dan akun di facebook wajib mengawasi setiap komentar yang tersaji. Agak repot ngak sih?</p>
<h3 id="453_poin-ketiga-tentang-_1" >Poin Ketiga tentang Lisensi ( Ijin penyelenggara jasa multimedia )</h3>
</p>
<p style="text-align: left;"><img class="aligncenter" title="RPM konten tiru orba" src="http://img41.imageshack.us/img41/2602/pasal20rpm.png" alt="Tolak RPM konten restu orba" /><br />
Apakah hal ini berarti pemilik blog maupun penyelengara jasa internet seperti kaskus, hingga politikana wajib mendapat restu dari pemerintah? karena terdapat kata kata &#8220;ijin penyelenggaraan jasa Multimedia&#8221;.</p>
<h3 id="453_poin-ke-empat-tentan_1" >Poin Ke-empat tentang Sikap Aktif</h3>
</p>
<p style="text-align: left;"><img class="aligncenter" title="RPM konten tiru orba" src="http://img534.imageshack.us/img534/7925/pasal18rpmkonten.png" alt="Tolak RPM konten restu orba" /><br />
Saya tidak menemukan padanan kata yang tepat, namun jika menilai dari pasal ke-18 tersebut. Artinya :</p>
<p><strong>Pertama</strong>, para penyedia jasa/layanan berbasis web wajib melapor ke pemerintah mengenai tingkat kepatuhan terhadap RPM Konten ini, yang apabila anda tidak patuh maka anda bisa dikenakan sanksi. Hal ini mirip dengan surat keterangan berkelakuan baik, bukan?</p>
<p><strong>Kedua</strong>, teman-teman di POSTEL &amp; KOMINFO tidak mau lebih aktif berinteraksi dengan masyarakat. Sadarlah wahai teman teman ku disana &#8211; jangan cuma menunggu di kantor akan masukan dari masyarakat / mengundang wakil masyarakat saja. Hal ini berarti POSTEL &amp; KOMINFO harus masuk ke Kaskus.us, Facebook.com, Blog untuk berinterkasi langsung &amp; meyakinkan mereka jangan cuma pasif!</p>
<h3 id="453_kesimpulannya_1" >Kesimpulannya.</h3>
<p>Secara konten, PERMEN berfungsi cenderung melindungi pengguna layanan <a title="social media" href="http://inventco.net/tag/social-media/">social media</a>, namun sayangnya justru membunuh penyedia jasa internet. Yang berarti sekaligus mematikan keduanya.</p>
<p>-</p>
<p><em>Nah, bagaimana pendapat Anda? merasa manis atau pahitkah PERMEN karya KOMINFO pimpinan <a title="tifatul sembiring" href="http://twitter.com/tifsembiring" target="_blank">@tifsembiring</a></em></p>
<h3 class="bsuite_related_bypageviews">People who looked at this item also looked at&#8230;</h3>
<ul class="bsuite_related">
<li><a href='http://inventco.net/studi-kasus/etika-ber-twitter-konfik-marioteguh-mtgw-antara-pernyataan-dan-diskusi/'>Etika ber-Twitter : Konfik MarioTeguh MTGW Antara Pernyataan dan Diskusi</a></li>
<li><a href='http://inventco.net/internet-marketing-strategy/mengukur-kesiapan-brand-untuk-eksis-social-media/'>Mengukur Kesiapan Brand Untuk Eksis Social Media</a></li>
<li><a href='http://inventco.net/studi-kasus/trending-topics-di-twitter-mentahkan-konsep-the-tipping-point/'>Trending Topics Di Twitter Mentahkan Konsep The Tipping Point ?</a></li>
<li><a href='http://inventco.net/social-media-marketing/wafatnya-mbah-surip-menghangatkan-dunia-di-ranah-maya/'>Wafatnya Mbah Surip &#8220;Menghangatkan&#8221; Dunia di Ranah Maya</a></li>
<li><a href='http://inventco.net/services/'>Services</a></li>
</ul>
<h3 class="bsuite_related">Related items</h3>
<ul class="bsuite_related">
<li><a href='http://inventco.net/studi-kasus/etika-ber-twitter-konfik-marioteguh-mtgw-antara-pernyataan-dan-diskusi/'>Etika ber-Twitter : Konfik MarioTeguh MTGW Antara Pernyataan dan Diskusi</a></li>
<li><a href='http://inventco.net/online-reputation-management/kerahasiaan-pribadi-era-social-media-harus-dijaga/'>Kerahasiaan Pribadi di Era Social Media, Haruskah Dijaga?</a></li>
<li><a href='http://inventco.net/internet-marketing-strategy/mengukur-kesiapan-brand-untuk-eksis-social-media/'>Mengukur Kesiapan Brand Untuk Eksis Social Media</a></li>
<li><a href='http://inventco.net/studi-kasus/gerakan-koin-peduli-prita-sandi-freeprita/'>Gerakan ini menggunakan sandi #FreePrita</a></li>
<li><a href='http://inventco.net/online-monitized/email-newsletter-perangkat-meningkatkan-trafik-dan-penjualan/'>Email Newsletter : Perangkat Meningkatkan Trafik dan Penjualan</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://inventco.net/studi-kasus/rpm-sensor-konten-internet-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kerahasiaan Pribadi di Era Social Media, Haruskah Dijaga?</title>
		<link>http://inventco.net/online-reputation-management/kerahasiaan-pribadi-era-social-media-harus-dijaga/</link>
		<comments>http://inventco.net/online-reputation-management/kerahasiaan-pribadi-era-social-media-harus-dijaga/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Feb 2010 05:59:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Arham</dc:creator>
				<category><![CDATA[Online Reputation Management]]></category>
		<category><![CDATA[privacy]]></category>
		<category><![CDATA[social media]]></category>
		<category><![CDATA[social network]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://inventco.net/?p=443</guid>
		<description><![CDATA[Di era social media, dimana generasi sekarang sudah jauh familiar memanfaatkan berbagai tools social network yang tersaji dibandingkan dengan orang tua mereka Kuasa ada di ujung jari kita. Remove, Delete, Unfollow, Protect…tinggal pilih. Social Media Privacy is yours]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa hari ini Tvone juga beberapa media televisi memberitakan bahaya yang &#8216;terselubung&#8217; pada ranah social network ( facebook, twitter, etc ). Tidak lama berselang <a href="http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/02/08/0233028/predator..incar.anak.kita." target="_blank">edisi cetak kompas</a> menyajikan sisi negatif alias dampak buruk dari kemajuan cara berkomunikasi -internet. Masih ada lagi bahaya dari <em>social media</em> seperti yang ditambahkan artikel <a href="http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/303212/" target="_blank">Seputar Indonesia</a> ini tentang penculikan anak akibat Facebook.<span id="more-443"></span></p>
<p>Di era s<em>ocial media,</em> dimana generasi sekarang sudah jauh familiar memanfaatkan berbagai <em>tools social network</em> yang tersaji dibandingkan dengan orang tua mereka, yang harus diakui kebanyakan masih gagap teknologi. Meskipun rentan dengan kejahatan di internet, cyber crime bukan hanya terjadi pada <a title="media sosial" href="http://inventco.net/search/media+social+">media social</a> namun juga bisa dilakukan reporter media cetak ataupun televisi.</p>
<p>Kini media massa konvensional mulai melihat <strong><em>social media</em> sebagai sumber berita </strong>terutama sejak kasus Prita mencuat, masih ditambah dengan fenomena dukungan untuk KPK hingga fenomena kebutuhan dukungan facebookers bagi politisi seperti group dukungan untuk Sri Mulyani.</p>
<h3 id="443_netizen-are-be-watch_1" >Netizen are be Watched</h3>
<p>Kasus Luna Maya yang “memaki” infotainment di Twitter seakan membuka mata media konventional untuk mengawasi media-media jejaring sosial di internet sebagai objek sumber berita. Ketika sebuah korporate/entitas personal menjadi subjek yang eksis di ranah <em>social media</em> memang terdengar menyenangkan, karena saat itu sebuah korporate / personal dapat populer karena kompetensi maupun pribadi individunya.</p>
<p>Adalah hal yang wajar sebuah perusahaan maupun netizen ingin menjadi populer. Di social media ada beragam parameter bagaimana kita bisa dikatakan populer, misalnya jumlah teman di Facebook atau banyaknya follower di twitter, hingga jumlah komentar atau posisi website pada halaman pertama google. Namun, masalahnya adalah semakin kita terkenal, maka semakin besar pula ancaman bahaya.</p>
<p><em>Social media</em> memang ruang publik namun ancaman itu sering pula datang karena status di facebook, tulisan kita di blog, atau tweet kita yang dikutip oleh media cetak apapun, yang celakanya tanpa kita tahu?&#8230;.Tentu kalau yang dikutip bagus, maka kita senang. Namun bagaimana kalau yang dikutip adalah sesuatu yang sensitif?</p>
<h3 id="443_the-tip_1" >The Tip</h3>
<p>Beberapa tips sederhana semoga bisa menjadi panduan mengurangi resiko yang datang dari journalis media konventional maupun sesama netizen penghuni <em>social media</em>.</p>
<p><strong>1. Privacy Setting</strong></p>
<p>Bagi pengguna facebook personal, sebaiknya memilih <em>privacy setting</em> untuk tidak membuka informasi profile atau contact Facebook untuk publik. Jaga agar profile maupun contact hanya bisa dilihat oleh teman yang sudah mendapat <em>confirmation</em>.</p>
<p><em>Confirmization</em>, Tidak sembarang menyetujui seseorang untuk menjalin pertemanan di Facebook. Karena dengan hanya menjadi teman anda, ia sudah bisa &#8216;memata matai&#8217; segala aktivitas mulai dari informasi personal yang tersaji, photo hingga update status. Sekalipun anda tetap ingin terhubung dengan entitas asing tersebut, maka anda bisa memanfaatkan <em>list</em> tersendiri dan menyesuaikan agar setiap individu yang berada pada list tersebut tidak bisa melihat aktivitas anda.</p>
<p><strong>2. Privacy Content</strong></p>
<p>Terkadang mendapat telepon karena seseorang mengetahui nomor pribadi anda, akan sangat menjengkelkan apalagi karena ia mengetahui lewat jejaring sosial. Oleh karena itu, tidak perlu mencantumkan data yang terlalu sensitif di profil Facebook, seperti: alamat rumah, telpon rumah, telpon pribadi, dan lainnya.</p>
<p><em>A picture is worth a thousand words</em>, keberadaan photo sama berbahayanya dengan sajian teks yang berisi informasi sensitif. Karna itu jangan memasang photo photo yang terlalu pribadi dan jangan lupakan potensi penyebaran viral dari social media.</p>
<p><strong>3. Secure Your Password.</strong></p>
<p>Masalah keamanan klasik dari cyber crime ini, dipastikan masih menjadi momok bagi aktivis social media baik facebook maupun twitter. Bukan saja karena jenisnya yang beragam mulai dari lemahnya kesadaran sekuriti dari invididunya seperti: menggunakan password yang sama untuk setiap akun di social media populer. Jangan lengah juga dengan keberadaan phising -situs palsu yang meminta kita untuk mengisi login dan password kita- .</p>
<p><strong>Atitude</strong></p>
<p>Masih Ingat kasus Luna Maya? Setiap individu punya kebebasan pribadi asalkan kebebasannya tidak melanggar kebebasan orang lain. Karena Twitter juga ranah publik sebaiknya perlu memilah-milah apa yang perlu kita sampaikan di sini. Memang wajar kalau kita mengeluh di <em>social network</em> namun sebaiknya mempunyai dasar sehingga bisa dipertanggung jawabkan.</p>
<h3 id="443_conclusion_1" >Conclusion</h3>
<p>Media social mulai dari blog, facebook, twitter, kaskus dan social network lainnya sangat berbeda dengan media media sebelumnya. Disini banyak ranjau tiba tiba bisa meledak. Karena itu tidak elok rasanya, marah kepada reporter atau sesama netizen, apabila merasa kecolongan karena tiba-tiba ada media yang mengutip pernyataan kita.</p>
<p>Bukankah Web Log, Twitter dan Facebook sendiri telah dilengkapi dengan fitur yangg memungkinkan kita untuk membatasi akses orang lain? Kuasa ada di ujung jari kita. Remove, Delete, Unfollow, Protect…tinggal pilih. <strong><em>Social Media Privacy is yours</em></strong></p>
<div id="_mcePaste" style="overflow: hidden; position: absolute; left: -10000px; top: 520px; width: 1px; height: 1px;">personal, sebaiknya tidak membuka profil Facebook untuk publik. Atur agar profil hanya bisa dilihat oleh teman kita saja</div>
<h3 class="bsuite_related_bypageviews">People who looked at this item also looked at&#8230;</h3>
<ul class="bsuite_related">
<li><a href='http://inventco.net/social-media-marketing/social-media-marketing-apa-itu-aplikasi-dan-manfaatnya-bagi-pr/'>Social Media Marketing: Apa Itu, Aplikasi Dan Manfaatnya Bagi PR ?</a></li>
<li><a href='http://inventco.net/services/'>Services</a></li>
<li><a href='http://inventco.net/internet-marketing-strategy/mengukur-kesiapan-brand-untuk-eksis-social-media/'>Mengukur Kesiapan Brand Untuk Eksis Social Media</a></li>
<li><a href='http://inventco.net/social-media-marketing/update-social-technographics-tweetroes-conversationalist/'>Update Social Technographics: Tweetroes itu Conversationalist</a></li>
<li><a href='http://inventco.net/studi-kasus/trending-topics-di-twitter-mentahkan-konsep-the-tipping-point/'>Trending Topics Di Twitter Mentahkan Konsep The Tipping Point ?</a></li>
</ul>
<h3 class="bsuite_related">Related items</h3>
<ul class="bsuite_related">
<li><a href='http://inventco.net/studi-kasus/etika-ber-twitter-konfik-marioteguh-mtgw-antara-pernyataan-dan-diskusi/'>Etika ber-Twitter : Konfik MarioTeguh MTGW Antara Pernyataan dan Diskusi</a></li>
<li><a href='http://inventco.net/studi-kasus/rpm-sensor-konten-internet-indonesia/'>Selamat Datang RPM Konten Yang Sensasional Itu</a></li>
<li><a href='http://inventco.net/internet-marketing-strategy/mengukur-kesiapan-brand-untuk-eksis-social-media/'>Mengukur Kesiapan Brand Untuk Eksis Social Media</a></li>
<li><a href='http://inventco.net/online-reputation-management/online-reputation-management-adalah-keharusan/'>Online Reputation Management Adalah Keharusan</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://inventco.net/online-reputation-management/kerahasiaan-pribadi-era-social-media-harus-dijaga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Update Social Technographics: Tweetroes itu Conversationalist</title>
		<link>http://inventco.net/social-media-marketing/update-social-technographics-tweetroes-conversationalist/</link>
		<comments>http://inventco.net/social-media-marketing/update-social-technographics-tweetroes-conversationalist/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Jan 2010 16:13:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Arham</dc:creator>
				<category><![CDATA[Social Media Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[conversationalist]]></category>
		<category><![CDATA[Forresters]]></category>
		<category><![CDATA[segmentation]]></category>
		<category><![CDATA[social media targeting]]></category>
		<category><![CDATA[social technographics]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://inventco.net/?p=435</guid>
		<description><![CDATA[Idealnya sebuah perusahaan bisa memahami di posisi mana ia berada pada ranah media online, begitupun dengan seorang tweetroes ataupun yang mengaku dirinya netizen. Mungkin anda pernah mendengar Social Technographics? 2 tahun lalu Forresters memperkenalkan social technographics ladder atau anak tangga social media segmentation bagi pengguna internet yang parameter atau indikatornya disandarkan pada frekuensi sosialisasi, dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Idealnya sebuah perusahaan bisa memahami di posisi mana ia berada pada ranah media online, begitupun dengan seorang tweetroes ataupun yang mengaku dirinya netizen. Mungkin anda pernah mendengar <strong>Social Technographics</strong>? 2 tahun lalu Forresters memperkenalkan <em>social technographics ladder</em> atau anak tangga <em>social media segmentation</em> bagi pengguna internet yang parameter atau indikatornya disandarkan pada frekuensi sosialisasi, dan cara sosialisasi.<span id="more-435"></span></p>
<p>Di edisi terdahulu <strong>social technographics ladder hanya menyajikan 6 anak tangga</strong>: <em>Creator</em>, <em>Critics</em> <em>Collectors</em>, <em>Joiners</em>, <em>Spectators</em>, dan <em>Inactive</em>. Namun demi menyikapi fenomena update status, mulai dari facebook hingga yang paling fenomenal yakni twitter, definisi <em>Social Technographics</em> <a href="http://blogs.forrester.com/groundswell/2007/04/forresters_new_.html">Forrester</a> mengalami revisi. Forresters memasukan profil <em>Conversationalist</em> dalam anak tangga terbarunya, tepat dibawah creator namun diatas critics.</p>
<p align="center"><img title="Social technnographic forrester" src="http://blogs.forrester.com/charleneli/images/2007/04/24/ladder_3.gif" alt="" /></p>
<p><strong>Conversationalist</strong> adalah netizen yang minimal mengupdate statusnya sepekan sekali, karena jika tidak maka ia tidak melakukan “conversation” yang berarti tidak pantas memasuki golongan <strong>conversationalist pada social technographic</strong> terbaru.</p>
<p>Bagi seorang <a title="social media consultant strategy" href="http://road-entrepreneur.com">social media consultant</a>, kini dapat mengidentifikasi <strong><em>social media segmentation</em></strong>. Sementara untuk perusahaan, selain dapat memahami posisi di social media juga dapat <strong>merancang social media targeting</strong> dengan lebih terperinci berdasarkan <em>social technographics ladder</em>.</p>
<p><em>&gt;&gt;Pertanyaannya, Kenapa penempatan conversationalist diposisikan pada urutan nomor 2 setelah creator?</em><br />
<h3 class="bsuite_related_bypageviews">People who looked at this item also looked at&#8230;</h3>
<ul class="bsuite_related">
<li><a href='http://inventco.net/social-media-marketing/social-media-marketing-apa-itu-aplikasi-dan-manfaatnya-bagi-pr/'>Social Media Marketing: Apa Itu, Aplikasi Dan Manfaatnya Bagi PR ?</a></li>
<li><a href='http://inventco.net/internet-marketing-strategy/mengukur-kesiapan-brand-untuk-eksis-social-media/'>Mengukur Kesiapan Brand Untuk Eksis Social Media</a></li>
<li><a href='http://inventco.net/projects/'>Projects</a></li>
<li><a href='http://inventco.net/online-reputation-management/kerahasiaan-pribadi-era-social-media-harus-dijaga/'>Kerahasiaan Pribadi di Era Social Media, Haruskah Dijaga?</a></li>
<li><a href='http://inventco.net/services/'>Services</a></li>
</ul>
<h3 class="bsuite_related">Related items</h3>
<ul class="bsuite_related">
<li><a href='http://inventco.net/social-media-marketing/social-media-marketing-apa-itu-aplikasi-dan-manfaatnya-bagi-pr/'>Social Media Marketing: Apa Itu, Aplikasi Dan Manfaatnya Bagi PR ?</a></li>
<li><a href='http://inventco.net/internet-marketing-strategy/meeting-strategi-online-dengan-univind/'>Meeting Strategi Online Dengan UNIVIND</a></li>
<li><a href='http://inventco.net/social-media-marketing/wafatnya-mbah-surip-menghangatkan-dunia-di-ranah-maya/'>Wafatnya Mbah Surip &#8220;Menghangatkan&#8221; Dunia di Ranah Maya</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://inventco.net/social-media-marketing/update-social-technographics-tweetroes-conversationalist/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengukur Kesiapan Brand Untuk Eksis Social Media</title>
		<link>http://inventco.net/internet-marketing-strategy/mengukur-kesiapan-brand-untuk-eksis-social-media/</link>
		<comments>http://inventco.net/internet-marketing-strategy/mengukur-kesiapan-brand-untuk-eksis-social-media/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Jan 2010 18:04:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Arham</dc:creator>
				<category><![CDATA[Internet Marketing Strategy]]></category>
		<category><![CDATA[advertising approachment]]></category>
		<category><![CDATA[collaboration]]></category>
		<category><![CDATA[prosumen]]></category>
		<category><![CDATA[reputation]]></category>
		<category><![CDATA[social media]]></category>
		<category><![CDATA[Social Media Marketing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://inventco.net/?p=421</guid>
		<description><![CDATA[Mengukur kapasitas reputasi suatu brand dari kepemilikan website bukan lagi pilihan namun sudah menjadi keharusan meskipun ia baru sebatas UKM. Celakanya perusahaan yang sedang tumbuh pun ikut ikutan tersudut kaku, padahal mereka harusnya dapat lebih lincah mengambil tindakan]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mengukur kapasitas reputasi suatu brand dari kepemilikan website bukan lagi pilihan namun sudah menjadi keharusan meskipun ia baru sebatas <a href="http://mahadaya.com">UKM</a>.  Tidak heran kalau kini kebanyakan perusahaan besar maupun perusahaan menengah dan kecil sudah memiliki situs korporat, wujud eksistensi didunia maya. Sayangnya, masih banyak yang hanya menekankan pada eksistensi semata di social media. Akibatnya website mereka tak ubahnya portfolio berwujud iklan, yang penting punya web, yang penting informasi seputar perusahaan bisa diakses. Kesimpulannya web perusahaan tidak &#8216;mampu&#8217; menunjukan kompetensinya.</p>
<p>Memang beberapa marketer sudah melihat keikutsertaan di <em>social media</em> sebagai langkah strategis, namun masih banyak yang ragu, bahwa dengan keberadaan mereka di <strong>social media akan membawa benefit</strong>. Sehingga tak sedikit yang panik mengukur kesiapan internal perusahaan sebelum eksis di <em>social media</em>.<span id="more-421"></span></p>
<p>Celakanya perusahaan yang sedang tumbuh pun ikut ikutan tersudut kaku, padahal mereka harusnya bisa lebih lincah mengambil tindakan. Misalnya, bagi perusahaan media cetak yang memang terbiasa dengan media offline memang bukan perkara mudah menentukan sikap. Apakah harus <em>goes online</em> atau malah membangun kekuatan sebelum melakukan lompatan <em>quantum</em> pada media sosial.</p>
<p>Sesungguhnya media cetak di Indonesia memang belum ada kasus tertutupnya sebuah brand media informasi akibat media online, namun hal ini sebenarnya dikarenakan kultur pembaca dan dinamika media pemberitaan Indonesia memiliki warna yang khas dihati pembacanya.</p>
<p>Fakta fakta ini bukan berarti membuat media offline bebas waspada, namun sudah sepatutnya sejumlah brand media cetak mempersiapkan diri terhadap perubahan kulture pembaca yang tak lama lagi akan berubah pola akibat aktivitas pembaca yang semakin menikmati social media. Setidaknya ada <strong>3 critical point, kenapa brand wajib mengukur kesiapannya dan segera eksis secara utuh ju</strong><strong>ga ber-<a href="http://road-entrepreneur.com/social-media-marketing-apa-itu-aplikasi-manfaat-pr/">social media marketing</a> ria:</strong></p>
<h3>Search Engine Behavior</h3>
<p>Di era sekarang ini fungsi yellow pages mungkin masih bisa berjalan dengan baik, namun jika melihat pada kota kota besar dan daerah yang tingkat pemuasan teknologinya pesat maka pemenuhan informasi akan diisi lewat internet. Pola kebiasaan &#8216;purba&#8217; para professional yang masih berlangsung bahkan semakin &#8216;parah&#8217; adalah mereka akan menanyakan apapun via Google. Kalau sudah begini, apa boleh buat baik perusahaan pemula ataupun brand besar harus bisa <strong>hadir didekat pembacanya berdasarkan tingkah pola <em>audience</em></strong>.</p>
<p>Di Internet eksistensi perusahaan atau merek berupa situs web atau jejaring sosial saja tidak cukup. Eksis tapi sulit ditemukan di search engine jelas mengurangi kredibilitas dan eksistensi perusahaan atau brand di dunia maya. Maka, brand wajib terlihat pembacanya ketika audience beraktivitas di social media dan brand juga wajib menunjukan dirinya <strong>terlihat di hasil pencarian google berdasarkan kompetensinya</strong>, bukan malah muncul karena nama domainnya.</p>
<h3>Social Media Communication</h3>
<p>Percakapan horisontal di media sosial harus dilakukan dengan memposisikan brand sebagai teman, bukan malah mencekoki pembacanya. Selaku brand yang aktif di social media harus mampu menciptakan dirinya  dengan character layaknya personal bukan brand yang tidak berjiwa yang tidak bershabat. Percakapan yang  jujur dan bersahabat bukan saja dapat menciptakan komunitas dan <a href="http://inventco.net/social-media-marketing/wafatnya-mbah-surip-menghangatkan-dunia-di-ranah-maya/" target="_blank">communal activation </a>yang solid namun juga membantu pembentukan <a title="online reputation" href="http://inventco.net/online-reputation-management/online-reputation-management-adalah-keharusan/">online reputation</a> dan brand image didunia nyata yang positif secara collaboration.</p>
<h3>Sales Force Approachment is Real Currency</h3>
<p>Seth Godin, Beberapa hal yang dikritik nya adalah pola pemasaran yang tidak efektif. Masih banyak marketer yang membaca tampil eksis di online hanya untuk meningkatkan image dan prestidge tanpa ada sales value yang bisa diharapkan. Hal ini tidak sepenuhnya salah, namun bukan karena medianya yang tidak tepat untuk terjadinya sales tapi pada cara cara pendekatan <em>oldies marketer</em> yang tidak lagi relevan dengan pola <em>prosumen</em> saat ini.</p>
<p>Social media bukanlah televisi apalagi majalah ataupun koran, sesuai dengan kata dasarnya &#8217;social&#8217; yaitu tempat bersosialisasi, tempat berkomunikasi. Pendeknya sales force bukan tercipta dengan seringnya iklan dilihat oleh user yang sama namun ditentukan bagaimana anda berkomunikasi dan memberi service sehingga menghasilkan testimonial yang menjual dari <em>prosumen</em> (produsen-konsumen). <strong><em>It&#8217;s totally depend on your real currency</em></strong>.</p>
<p>-</p>
<h3>It’s not about JUST EXISTING Online, Its about being FEARLESS TO BEING Online.</h3>
<p>&#8220;Kalau sulit ditemukan apalah gunanya online?&#8221;, &#8220;Kalau takut bekerjasama dengan audience membangun reputasi yang lebih baik untuk apa memiliki website?&#8221;. &#8220;Kalau belum memahami konsep commercialization kenapa tidak memulai lebih serius?&#8221;.</p>
<p>Maka, lengkapilah strategi eksistensi kita, caranya? jangan takut untuk eksis dengan <strong>masukkan budget <a title="search engine marketing" href="http://inventco.net/index.php?s=search+engine+marketing" target="_blank">Search Engine Marketing</a> dan pelajari pola penjualan secara online</strong>, sebelum terlambat.</p>
<div id="_mcePaste" style="overflow: hidden; position: absolute; left: -10000px; top: 452px; width: 1px; height: 1px;">Di Internet, eksistensi perusahaan atau merek berupa situs web atau jejaring sosial saja tidak cukup. Eksis tapi sulit ditemukan di search engine jelas mengurangi eksistensi perusahaan atau merek di dunia maya.</div>
<h3 class="bsuite_related_bypageviews">People who looked at this item also looked at&#8230;</h3>
<ul class="bsuite_related">
<li><a href='http://inventco.net/social-media-marketing/social-media-marketing-apa-itu-aplikasi-dan-manfaatnya-bagi-pr/'>Social Media Marketing: Apa Itu, Aplikasi Dan Manfaatnya Bagi PR ?</a></li>
<li><a href='http://inventco.net/projects/'>Projects</a></li>
<li><a href='http://inventco.net/services/'>Services</a></li>
<li><a href='http://inventco.net/social-media-marketing/update-social-technographics-tweetroes-conversationalist/'>Update Social Technographics: Tweetroes itu Conversationalist</a></li>
<li><a href='http://inventco.net/about/'>About</a></li>
</ul>
<h3 class="bsuite_related">Related items</h3>
<ul class="bsuite_related">
<li><a href='http://inventco.net/studi-kasus/rpm-sensor-konten-internet-indonesia/'>Selamat Datang RPM Konten Yang Sensasional Itu</a></li>
<li><a href='http://inventco.net/online-reputation-management/kerahasiaan-pribadi-era-social-media-harus-dijaga/'>Kerahasiaan Pribadi di Era Social Media, Haruskah Dijaga?</a></li>
<li><a href='http://inventco.net/about/'>About</a></li>
<li><a href='http://inventco.net/services/'>Services</a></li>
<li><a href='http://inventco.net/projects/'>Projects</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://inventco.net/internet-marketing-strategy/mengukur-kesiapan-brand-untuk-eksis-social-media/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Online Reputation Management Adalah Keharusan</title>
		<link>http://inventco.net/online-reputation-management/online-reputation-management-adalah-keharusan/</link>
		<comments>http://inventco.net/online-reputation-management/online-reputation-management-adalah-keharusan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Dec 2009 11:06:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mada Azhari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Online Reputation Management]]></category>
		<category><![CDATA[Counter Black Campaign]]></category>
		<category><![CDATA[Optimalisasi Brand]]></category>
		<category><![CDATA[Reputasi Online]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://inventco.net/?p=404</guid>
		<description><![CDATA[Siapapun&#8230;baik secara personal atau organisasi pasti peduli dengan reputasi. 
Di tingkat personal, memiliki reputasi yang negatif dapat berarti terpisah dari &#8220;kerumunan&#8221; atau menjadi penyendiri, sedangkan untuk bisnis atau sebuah brand, reputasi yang negatif dapat berarti hilangnya kepercayaan terhadap suatu produk (barang/jasa), hilangnya pelanggan, selanjutnya adalah berkurangnya omzet.

Sebelum adanya media internet dan sosial media informasi dapat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h4 style="text-align: justify;"><em><strong>Siapapun&#8230;baik secara personal atau organisasi pasti peduli dengan reputasi. </strong></em></h4>
<p style="text-align: justify;">Di tingkat personal, memiliki reputasi yang negatif dapat berarti terpisah dari &#8220;kerumunan&#8221; atau menjadi penyendiri, sedangkan untuk bisnis atau sebuah brand, reputasi yang negatif dapat berarti hilangnya kepercayaan terhadap suatu produk (barang/jasa), hilangnya pelanggan, selanjutnya adalah berkurangnya omzet.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://inventco.net/wp-content/uploads/2009/12/reputation.jpg"><img class="size-full wp-image-405 aligncenter" title="online reputation management" src="http://inventco.net/wp-content/uploads/2009/12/reputation.jpg" alt="online reputation management" width="313" height="203" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Sebelum adanya media internet dan sosial media informasi dapat diatur dan berjalan perlahan, tetapi dengan meningkatnya popularitas blog dan jejaring sosial<em> (social media)</em>, informasi sangat sulit diatur dan luar biasa berkembang pesat. Siapapun menjadi bagian dari informasi. Bahkan dalam banyak kasus, tidak dapat dipungkiri <em>netizen</em> (orang-orang online) semakin mempengaruhi masyarakat offline untuk sadar akan informasi yang berkembang.</p>
<p style="text-align: justify;">Rumor, gosip, cemoohan dari pelanggan sudah pasti dapat sangat merusak reputasi <em>brand. </em>Kompetisi meningkat karena ingin reputasinya terus baik kadang membuat seorang <em>Public Relations </em>sebuah organisasi justru malah reaktif dan bukannya proaktif ketika berhadapan dengan pelanggan mereka yang tidak puas, ambilah contoh kasus Prita Vs RS.Omni, yang terus berbuntut panjang.</p>
<p style="text-align: justify;">Nah apa yang terjadi jika kita (pemilik <em>brand</em>) belum/tidak sadar dengan informasi yang tengah berkembang di dunia online ?</p>
<p style="text-align: justify;">Oleh karena itulah, menurut saya manajemen reputasi yang dilakukan secara online <strong><em>(online reputation manajement) </em></strong>adalah sebuah keharusan.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada lima kunci untuk manajemen reputasi online <strong><em>(online reputation management) </em></strong>yang perlu diketahui kita ketahui, antara lain :</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>1. Monitor Kehadiraan Kita di Dunia Online</strong><br />
Konsumen/pelanggan tentu menggunakan mesin pencarian <em>(search engine)</em> untuk menemukan informasi. Ketika mereka melakukan pencarian dengan sebuah kata kunci <em>(keywords) </em>dengan harapan menemukan informasi mengenai organisasi atau merek kita, tentu kita ingin memastikan bahwa website kita ada di posisi terbaik dan tinggi di hasil pencarian.
</p>
<p style="text-align: justify;">Namun tidak sampai disitu saja, informasi yang ada dan berkembang pun harus pula mendukung dan positif. Kita perlu tahu apa yang dikatakan dan siapa yang sedang berkata tentang merek kita secara online. Cara mudah untuk melakukan ini adalah melalui perangkat seperti <a href="http://www.google.com/insights/search/#">Google Insight</a> dan <a href="http://www.google.com/alerts">Google Alerts</a> untuk melihat seberapa brand Anda eksis di dunia online dari Google.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><br />
2. Analisa Kehadiran dalam Hasil Pencarian (Search Engine)</strong><br />
Hasil mesin pencari selalu <em>update</em> secara teratur. Dengan peningkatan konten tentu menghasilkan atmosfer hasil pencarian sehingga tidak jarang untuk artikel dari sebuah blog atau social media yang negatif dapat muncul di halaman pertama pada hasil pencarian organik. Ini tentu merugikan dan membahayakan untuk sebuah brand bukan ? Apalagi Indonesia sebagai negara <a href="http://www.internetworldstats.com/top20.htm">urutan ke-13 di dunia</a> untuk penetrasi internet tentu potensi efek domino yang dapat terjadi cukup besar.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><br />
3. Kontrol Reputasi Online dengan Optimalisasi</strong><br />
Mengoptimalkan situs kita sebaiknya dilakukan dengan 2 (dua) cara : <a href="http://inventco.net/services">Anorganik (Search Engine Marketing) dan Organik (Search Engine Optimization)</a>, sehingga kita pun dapat mendominasi hasil pencarian dengan diwakili kata kunci tertentu.
</p>
<p style="text-align: justify;">Lakukan optimalisasi situs utama,  mikrosite, sub-domain, blog korporat, press release, serta social media.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><br />
4. Kontrol Reputasi Online dengan Partisipasi</strong><br />
Jadilah aktif dan berinteraksilah dalam jejaring sosial, forum, blog, konsumen review / situs pendapat yang relevan dan sejenisnya. Di balik media-media tersebut adalah netizen (orang-orang online), mereka adalah para influencer yang memberikan informasi baik atau buruk tentang brand dan organisasi kita. Merekalah yang akan men<em>drive</em> marketing sekaligus <em>sales</em> untuk produk kita.
</p>
<p style="text-align: justify;">Semakin baik testimoni dari netizen, tentu semakin baik reputasi brand kita, semakin tinggi tingkat kepercayaan semakin besar potensi produk kita dibeli (<em>sales</em> menigkat).</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><br />
5. Lakukan Secara Berkesinambungan</strong><br />
Manajemen reputasi online <em><strong>(online reputation management) </strong></em>hanya bekerja jika dilakukan secara terus menerus, proaktif dan interaktif. Semakin kita paham mengenai persepsi konsumen/pelanggan tentang merek dan organisasi kita, semakin kita tahu cara terbaik memperlakukan mereka. Ini adalah salah satu cara terbaik untuk me<em>manage</em> reputasi online Anda.
</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><em>Online Reputation Management</em></strong> tentu dapat menjamin keberhasilan yang berkelanjutan bagi personal maupun organisasi.</p>
<p style="text-align: justify;">Pertanyaan yang timbul kemudian adalah &#8220;Apa perusahaan anda sudah melakukan <strong><em>Online Reputation Management </em></strong>? &#8221;<br />
<em><br />
Follow Us on Twitter : <a href="http://www.twitter.com/inventco">www.twitter.com/inventco</a></em></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><br />
</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Mada Azhari</strong><br />
Digital Strategist</p>
<h3 class="bsuite_related_bypageviews">People who looked at this item also looked at&#8230;</h3>
<ul class="bsuite_related">
<li><a href='http://inventco.net/internet-marketing-strategy/mengukur-kesiapan-brand-untuk-eksis-social-media/'>Mengukur Kesiapan Brand Untuk Eksis Social Media</a></li>
<li><a href='http://inventco.net/about/'>About</a></li>
<li><a href='http://inventco.net/services/'>Services</a></li>
<li><a href='http://inventco.net/social-media-marketing/social-media-marketing-apa-itu-aplikasi-dan-manfaatnya-bagi-pr/'>Social Media Marketing: Apa Itu, Aplikasi Dan Manfaatnya Bagi PR ?</a></li>
<li><a href='http://inventco.net/social-media-marketing/update-social-technographics-tweetroes-conversationalist/'>Update Social Technographics: Tweetroes itu Conversationalist</a></li>
</ul>
<h3 class="bsuite_related">Related items</h3>
<ul class="bsuite_related">
<li><a href='http://inventco.net/studi-kasus/etika-ber-twitter-konfik-marioteguh-mtgw-antara-pernyataan-dan-diskusi/'>Etika ber-Twitter : Konfik MarioTeguh MTGW Antara Pernyataan dan Diskusi</a></li>
<li><a href='http://inventco.net/online-reputation-management/kerahasiaan-pribadi-era-social-media-harus-dijaga/'>Kerahasiaan Pribadi di Era Social Media, Haruskah Dijaga?</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://inventco.net/online-reputation-management/online-reputation-management-adalah-keharusan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Appreciation Lunch with Hermawan Kartajaya</title>
		<link>http://inventco.net/internet-marketing-partnership/appreciation-lunch-with-hermawan-kartajaya/</link>
		<comments>http://inventco.net/internet-marketing-partnership/appreciation-lunch-with-hermawan-kartajaya/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Dec 2009 20:21:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mada Azhari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Internet Marketing Partnership]]></category>
		<category><![CDATA[Hermawan Kartajaya]]></category>
		<category><![CDATA[MarkPlus]]></category>
		<category><![CDATA[New Wave Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Online Campaign]]></category>
		<category><![CDATA[Sarah Aprilia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://inventco.net/?p=399</guid>
		<description><![CDATA[Sebagiannya lagi saya baru mengenal di hari itu antara lain Andi S Budiman dari CIO Plasa.com, Hendry Gunawan, dll Setelah makan siang, kami (para blogger, media dan beberapa tamu kehormatan lain) berbicang-bincang dengan pak Hermawan, mulai dari cerita-cerita saat MarkPlus Conference, rencana tema MarkPlus Conference yang akan datang, New Wave Marketing, Spiritual Marketing sampai dengan sharing kasus perkasus yang terjadi di dunia maya ini.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Sabtu lalu saya mendapat kehormatan sebagai salah satu blogger yang diundang oleh <a href="http://markplusinc.com">MarkPlusInc.</a> untuk makan siang bersama Hermawan Kartajaya (HK).</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam makan siang yang diselingi dengan <em>networking</em> saya bertemu beberapa rekan yang sudah saya kenal baik seperti <a href="http://media-ide.com">Pitra</a>, <a href="http://salsabeela.com">Ollie</a> dan suami, <a href="http://ilmanakbar.dagdigdug.com">Ilman</a>, Edo, <a href="http://leonisecret.com">Leonita</a>. Sebagiannya lagi saya baru mengenal di hari itu antara lain <a href="http://www.ideonomics.com/">Andi S Budiman</a> dari CIO Plasa.com, Hendry Gunawan, dll</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah makan siang, kami (para blogger, media dan beberapa tamu kehormatan lain) berbicang-bincang dengan pak Hermawan, mulai dari cerita-cerita saat <strong>MarkPlus Conference</strong>, rencana tema MarkPlus Conference yang akan datang, <strong>New Wave Marketing, Spiritual Marketing</strong> sampai dengan <em>sharing</em> kasus perkasus yang terjadi di dunia maya ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Yang menarik saat <em>sharing</em> adalah bahwa semakin kesini perkembangan dunia marketing semakin berkembang ke arah horizontal atau dalam pengertian semakin tanpa batas <em>(borderless)</em> dan terbuka.</p>
<p style="text-align: justify;">Peranan dunia online pun semakin jelas terasa. Kasus demi kasus yang aktual dan menimbulkan efek pengaruh yang luar biasa berawal dari dunia online yang tanpa batas. Kita lihat saja seperti : Kasus Bom Kuningan yang melahirkan Indonesia Unite!, Kasus Bibit-Chandra (Cicak Vs Buaya), Kasus Prita, sampai-sampai kasus Luna Maya Vs Infotainment.</p>
<p style="text-align: justify;">Di dunia<em> branding</em> dan <em>advertising</em> pun juga terjadi demikian, lihatlah contoh <em>online campaign Joy Tea</em>, <a href="http://inventco.net/projects/"><em>Counter Black Campaign</em> Esia</a>, Mizone (<a href="http://NgapainAjaSeru.com">NgapainAjaSeru.com</a>), Bask dengan Sarah Aprilia-nya, <a href="http://inventco.net/projects/">A Mild Live Wanted Blogosphere</a>, bahkan sampai dengan <em>online campaign</em> saat pencalonan Presiden yang lalu.</p>
<p style="text-align: justify;">Memang keberhasilan dari sebuah kampanye atau promosi tidak serta merta dilakukan di dunia online saja, tapi offline pun perlu dikemas dengan apik dan dilakukan. Kalau saya  meminjam istilah dari New Wave Marketing <strong>&#8220;Online menciptakan sebuah Experience, dan Offline menghasilkan Intimacy&#8221;.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Semua kembali ke pilihan Anda, tetap <em>stay</em> dengan cara dan gaya marketing konvensional (Legacy) atau bertransformasi ke cara dan gaya marketing yang lebih interaktif dan<em> exciting</em> ?</p>
<p style="text-align: justify;">Tulisan lain yang berhubungan <a href="http://new-media.kompasiana.com/2009/12/20/insightful-lunch-with-hermawan-kartajaya-new-wave-marketing-30/">klik disini.</a></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Mada Azhari</strong><br />
<em>Digital Strategist</em></p>
<h3 class="bsuite_related_bypageviews">People who looked at this item also looked at&#8230;</h3>
<ul class="bsuite_related">
<li><a href='http://inventco.net/projects/'>Projects</a></li>
<li><a href='http://inventco.net/social-media-marketing/update-social-technographics-tweetroes-conversationalist/'>Update Social Technographics: Tweetroes itu Conversationalist</a></li>
<li><a href='http://inventco.net/social-media-marketing/social-media-marketing-apa-itu-aplikasi-dan-manfaatnya-bagi-pr/'>Social Media Marketing: Apa Itu, Aplikasi Dan Manfaatnya Bagi PR ?</a></li>
<li><a href='http://inventco.net/internet-marketing-strategy/mengukur-kesiapan-brand-untuk-eksis-social-media/'>Mengukur Kesiapan Brand Untuk Eksis Social Media</a></li>
<li><a href='http://inventco.net/services/'>Services</a></li>
</ul>
<h3 class="bsuite_related">Related items</h3>
<ul class="bsuite_related">
<li><a href='http://inventco.net/internet-marketing-strategy/meeting-strategi-online-dengan-univind/'>Meeting Strategi Online Dengan UNIVIND</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://inventco.net/internet-marketing-partnership/appreciation-lunch-with-hermawan-kartajaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gerakan ini menggunakan sandi #FreePrita</title>
		<link>http://inventco.net/studi-kasus/gerakan-koin-peduli-prita-sandi-freeprita/</link>
		<comments>http://inventco.net/studi-kasus/gerakan-koin-peduli-prita-sandi-freeprita/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Dec 2009 19:29:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Arham</dc:creator>
				<category><![CDATA[Online PR]]></category>
		<category><![CDATA[Studi Kasus]]></category>
		<category><![CDATA[#freeprita]]></category>
		<category><![CDATA[Koin Peduli Prita]]></category>
		<category><![CDATA[PR Suicide]]></category>
		<category><![CDATA[Prita Mulyasari]]></category>
		<category><![CDATA[RS OMNI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://inventco.net/?p=364</guid>
		<description><![CDATA[Padahal, jika dikaji ulang pesan yang diutarakan Prita adalah sebuah opini karena mendapat pelayanan yang mengecewakan dari Rumah Sakit OMNI Internasional. Pihak OMNI Internasional bukan saja pernah berusaha 'menjebak' Prita Mulyasari dengan mengharuskannya meminta maaf melalui media Televisi karena telah melakukan kesalahan "menceritakan pelayanan mengecewakan RS OMNI" namun kini tetap memaksakan jalur hukum yang diragukan banyak pihak.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dahulu presiden pertama kita, Soekarno putra sang fajar pernah secara tak langsung tuk men-deponir kasus penggelapan dana, namun pada akhirnya Soekarno juga mengatakan bahwa ia tidak bisa berbuat apa apa jika memang jaksa Agung ingin meneruskan kasus tersebut. Saat itu keberadaan jaksa agung hadir dari rakyat untuk rakyat.</p>
<p>Soeprapto namanya. Ia seorang jaksa agung, dan bukan orang partai pula karena itu ia dapat berdiri independent tidak memiliki kepentingan dalam suatu pengambilan keputusan pengadilan. Sejumlah tokoh sukses diseret ke pengadilan seperti KH Masykur dari kelompok islam, ada pula nama D.N. Aidit hingga tokoh yang dekat dengan kursi pemimpin negara macam Menteri Sumitro Djojohadikusumo ikut diperiksa sesuai dengan kedaulatan <del datetime="2009-12-06T16:54:33+00:00">negara</del> rakyat atas tuduhan pencemaran nama baik.<span id="more-364"></span></p>
<p>Kini, sebuah gerakan besar <strong>&#8216;Koin Peduli Prita&#8217; </strong>(gubahan coin a chance) mengajak masyarakat khususnya para <em>tech savvy</em> (pengguna Internet) untuk mengumpulkan uang koin yang kemudian akan disumbangkan kepada Prita Mulyasari. Hasil pengumpulan itu sendiri dimaksudkan untuk membayar denda ganti rugi material dan immaterial Prita kepada RS OMNI Internasional Alam Sutera yang bernilai Rp 204 juta.</p>
<h3>Kritik Untuk Evangelist Prita Mulyasari</h3>
<p>Sementara berbagai dukungan untuk Prita Mulyasari terus mengalir deras, RS Omni Internasional malah menyerang dukungan publik itu. Kuasa hukum RS Omni <strong>Risma Situmorang</strong> mengatakan dukungan publik seperti <strong>&#8216;Koin Peduli Prita&#8217;</strong> hanyalah opini yang tidak berdasar pada fakta sebenarnya.</p>
<h3>Pencitraan Indonesia</h3>
<p>Mau bagaimana lagi, keberadaan <a href="http://inventco.net/category/social-media-marketing/ title=">social media</a> seperti facebook, twitter, hingga media Blogging menjadi senjata yang amat powerful dan berbahaya. Sementara bagi brand image seuatu negara, aktivitas para pengguna social media menjadi bias dari apa yang terjadi didalamnya. Sekali lagi image Indonesia tercoreng dengan berita kriminalisasi Opini ini. Seperti diberitakan <strong>NY Times </strong>pada artikel berjudul <strong>&#8220;<a title="From email to jail" href="http://www.nytimes.com/2009/12/05/world/asia/05mulyasari.html?_r=1">Trapped Inside a Broken Judicial System After Hitting Send</a></strong>&#8221;</p>
<h3>Cyber PR, dan Hukum Negara</h3>
<p>Latar belakang terbentuknya gerakan ini adalah kesamaan rasa, baik <em>common interest</em>, <em>purpose</em> dan <em>collaboration identity</em> sebagai masyarakat terlalu sering di-mati-kan suaranya. Hasilnya, sebuah bentuk simpati terhadap Prita Mulyasari yang divonis harus membayar denda tersebut karena dituding mencemarkan nama baik melalui e-mail. Padahal, jika dikaji ulang pesan yang diutarakan Prita adalah sebuah opini karena mendapat pelayanan yang mengecewakan dari Rumah Sakit OMNI Internasional.</p>
<p>Tentu saja kasus ini menarik karena memancing emosi banyak orang. Seperti kita ketahui kekeliruan dari RS OMNI internasional yaitu dengan tidak memiliki Cyber PR maupun menempuh penanganan jalur komunikasi seperti kasus Teh Botol Sosro. Pihak OMNI Internasional bukan saja pernah berusaha &#8216;menjebak&#8217; Prita Mulyasari dengan mengharuskannya meminta maaf melalui media Televisi karena telah melakukan kesalahan &#8220;menceritakan pelayanan mengecewakan RS OMNI&#8221; namun kini tetap memaksakan jalur hukum yang diragukan banyak pihak. Pada akhirnya bias <strong>Gerakan &#8216;Koin Peduli Prita&#8217;</strong> diakibatkan <strong>kriminalisasi ber-opini</strong> yang dalam dunia <a href="http://inventco.net/category/online-public-relation/">Cyber PR</a> diberikan <strong>Credo sebagai PR Suicide</strong>.</p>
<p>Nah, bagaimana dengan akibatnya? sudah pasti mau tidak mau hukum harus kembali pada kehendak rakyat, hukum yang dibuat dari dan untuk rakyat bukan untuk kebutuhan pihak atas semata.</p>
<p>Saat ini, Prita dan pengacaranya telah mengajukan kasasi atas putusan Pengadilan Tinggi Banten tersebut. Kini gerakan &#8220;Koin Peduli Prita&#8221; telah berkembang menjadi gerakan bersama. Upaya dukungan disebarkan melalui Facebook dan Twitter lewat Gerakan bebaskan prita dengan sandi #freeprita.</p>
<p>Menurut pemberitaan terakhir, saat ini prita menggugat balik RS OMNI Internasional sebesar 1 triliun untuk kerugian imaterial atas kasus kriminalisasi opini tersebut.</p>
<p><strong>#FreePrita</strong>. Sudahkah anda mendukung &#8220;Koin Peduli Prita&#8221;?<br />
<h3 class="bsuite_related_bypageviews">People who looked at this item also looked at&#8230;</h3>
<ul class="bsuite_related">
<li><a href='http://inventco.net/online-reputation-management/kerahasiaan-pribadi-era-social-media-harus-dijaga/'>Kerahasiaan Pribadi di Era Social Media, Haruskah Dijaga?</a></li>
<li><a href='http://inventco.net/about/'>About</a></li>
<li><a href='http://inventco.net/social-media-marketing/social-media-marketing-apa-itu-aplikasi-dan-manfaatnya-bagi-pr/'>Social Media Marketing: Apa Itu, Aplikasi Dan Manfaatnya Bagi PR ?</a></li>
<li><a href='http://inventco.net/services/'>Services</a></li>
<li><a href='http://inventco.net/studi-kasus/trending-topics-di-twitter-mentahkan-konsep-the-tipping-point/'>Trending Topics Di Twitter Mentahkan Konsep The Tipping Point ?</a></li>
</ul>
<h3 class="bsuite_related">Related items</h3>
<ul class="bsuite_related">
<li><a href='http://inventco.net/studi-kasus/blogger-harus-transparan-jika-tidak-mau-kena-denda/'>Blogger Harus Transparan Jika Tidak Mau Kena Denda</a></li>
<li><a href='http://inventco.net/studi-kasus/ketika-aturan-lama-pemasaran-dan-pr-mengundang-blogger/'>Ketika Aturan Lama Pemasaran Dan PR Mengundang Blogger</a></li>
<li><a href='http://inventco.net/studi-kasus/etika-ber-twitter-konfik-marioteguh-mtgw-antara-pernyataan-dan-diskusi/'>Etika ber-Twitter : Konfik MarioTeguh MTGW Antara Pernyataan dan Diskusi</a></li>
<li><a href='http://inventco.net/studi-kasus/rpm-sensor-konten-internet-indonesia/'>Selamat Datang RPM Konten Yang Sensasional Itu</a></li>
<li><a href='http://inventco.net/online-monitized/email-newsletter-perangkat-meningkatkan-trafik-dan-penjualan/'>Email Newsletter : Perangkat Meningkatkan Trafik dan Penjualan</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://inventco.net/studi-kasus/gerakan-koin-peduli-prita-sandi-freeprita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ketika Trafik Web Anda Menghilang</title>
		<link>http://inventco.net/internet-marketing-strategy/ketika-trafik-web-anda-menghilang/</link>
		<comments>http://inventco.net/internet-marketing-strategy/ketika-trafik-web-anda-menghilang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Dec 2009 18:45:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mada Azhari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Internet Marketing Strategy]]></category>
		<category><![CDATA[Tips SEO]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Social Media]]></category>
		<category><![CDATA[Trafik Hilang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://inventco.net/?p=345</guid>
		<description><![CDATA[Darren Rowse pada Problogger.net, memberikan beberapa solusi yang berkaitan langsung dengan Search Engine Optimization dan Social Media dapat kita lakukan untuk membuat trafik anda kembali normal.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://inventco.net/wp-content/uploads/2009/12/web-traffic-.jpg"><img class="size-full wp-image-346 alignright" title="web-traffic-" src="http://inventco.net/wp-content/uploads/2009/12/web-traffic-.jpg" alt="web-traffic-" width="245" height="154" /></a>Siapapun pasti tidak ingin jumlah pengunjung web (trafik) menurun apalagi sampai menghilang. Namun kalau itu benar terjadi, bagaimana ? Apa yang harus kita lakukan ?</p>
<p style="text-align: justify;">Darren Rowse pada <a href="http://www.problogger.net/archives/2009/12/01/what-to-do-when-your-search-rankings-drop/?utm_source=feedburner&amp;utm_medium=feed&amp;utm_campaign=Feed%3A+ProbloggerHelpingBloggersEarnMoney+%28ProBlogger%3A+Helping+Bloggers+Earn+Money%29">Problogger.net</a>, memberikan beberapa solusi yang berkaitan langsung dengan <a href="http://inventco.net/services/"><strong>Search Engine Optimization</strong></a> dan <a href="http://inventco.net/services/">Social Media</a> dapat kita lakukan untuk membuat trafik anda kembali normal.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Follow Us on Twitter : <a href="http://twitter.com/inventco">www.twitter.com/inventco</a></em></p>
<h3 class="bsuite_related">Related items</h3>
<ul class="bsuite_related">
<li><a href='http://inventco.net/internet-marketing-strategy/mengukur-kesiapan-brand-untuk-eksis-social-media/'>Mengukur Kesiapan Brand Untuk Eksis Social Media</a></li>
<li><a href='http://inventco.net/about/'>About</a></li>
<li><a href='http://inventco.net/services/'>Services</a></li>
<li><a href='http://inventco.net/projects/'>Projects</a></li>
<li><a href='http://inventco.net'>Home</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://inventco.net/internet-marketing-strategy/ketika-trafik-web-anda-menghilang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Social Media Marketing: Apa Itu, Aplikasi Dan Manfaatnya Bagi PR ?</title>
		<link>http://inventco.net/social-media-marketing/social-media-marketing-apa-itu-aplikasi-dan-manfaatnya-bagi-pr/</link>
		<comments>http://inventco.net/social-media-marketing/social-media-marketing-apa-itu-aplikasi-dan-manfaatnya-bagi-pr/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 19:20:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mada Azhari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Social Media Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Online PR]]></category>
		<category><![CDATA[SMO]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://inventco.net/?p=350</guid>
		<description><![CDATA[Era social media secara fundamental telah memaksa banyak perusahaan mengubah cara perusahaan berkomunikasi. Social Media Marketing and PR is the practice of facilitating a dialogue and sharing content between companies, influencers, prospects and customers, using various online platforms including blogs, professional and social networks, video and photo sharing, wikis, forums and related Web 2.0 technlogies.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Era social media secara fundamental telah ‘memaksa’ banyak perusahaan mengubah cara perusahaan berkomunikasi. Maraknya penggunaan social media misal: <em>Facebook, Twitter, Plurk, blog, youtube</em> dan lainnya memaksa perusahaan meningkatkan cara komunikasi. Social media di satu sisi adalah hal lumrah yang selalu bersentuhan dengan aktivitas kita terutama <em>tech savvy</em> dan pengguna internet. Sifatnya yang mendukung interaktifitas dan <em>facilitating hyper connection</em> antar pengguna menghasilkan jaringannya lebih massive dan secara efektif ‘menghancurkan’ <em>authorization</em> media <em>mass mainstream</em> .</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://inventco.net/wp-content/uploads/2009/12/socialMediaMarketingChart.jpg"><img class="size-full wp-image-351  alignnone" title="socialMediaMarketingChart" src="http://inventco.net/wp-content/uploads/2009/12/socialMediaMarketingChart.jpg" alt="socialMediaMarketingChart" width="343" height="216" /></a></p>
<blockquote style="text-align: center;">
<p style="text-align: justify;"><em><strong><a href="http://inventco.net/services/">Social Media Marketing</a> and PR</strong> is the practice of facilitating a dialogue and sharing content between companies, influencers, prospects and customers, using various online platforms including blogs, professional and social networks, video and photo sharing, wikis, forums and related Web 2.0 technlogies.</em></p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;"><em>Source : <a href="http://road-entrepreneur.com">Arham Haryadi&#8217;s Blog</a></em><br />
Arham Haryadi biasa dikenal sebagai Blogpreneur adalah pakar pemasaran online dan Social Media Consultant dari Indonesia. Seorang Online Media Strategist yang sekaligus Chief Innovation Officer <a href="http://inventco.net">Inventco Netmedia.</a>
</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Follow Us on Twitter : <a href="http://twitter.com/inventco">www.twitter.com/inventco</a></em></p>
<h3 class="bsuite_related_bypageviews">People who looked at this item also looked at&#8230;</h3>
<ul class="bsuite_related">
<li><a href='http://inventco.net/internet-marketing-strategy/mengukur-kesiapan-brand-untuk-eksis-social-media/'>Mengukur Kesiapan Brand Untuk Eksis Social Media</a></li>
<li><a href='http://inventco.net/social-media-marketing/update-social-technographics-tweetroes-conversationalist/'>Update Social Technographics: Tweetroes itu Conversationalist</a></li>
<li><a href='http://inventco.net/projects/'>Projects</a></li>
<li><a href='http://inventco.net/services/'>Services</a></li>
<li><a href='http://inventco.net/about/'>About</a></li>
</ul>
<h3 class="bsuite_related">Related items</h3>
<ul class="bsuite_related">
<li><a href='http://inventco.net/social-media-marketing/wafatnya-mbah-surip-menghangatkan-dunia-di-ranah-maya/'>Wafatnya Mbah Surip &#8220;Menghangatkan&#8221; Dunia di Ranah Maya</a></li>
<li><a href='http://inventco.net/social-media-marketing/update-social-technographics-tweetroes-conversationalist/'>Update Social Technographics: Tweetroes itu Conversationalist</a></li>
<li><a href='http://inventco.net/internet-marketing-strategy/mengukur-kesiapan-brand-untuk-eksis-social-media/'>Mengukur Kesiapan Brand Untuk Eksis Social Media</a></li>
<li><a href='http://inventco.net/internet-marketing-strategy/meeting-strategi-online-dengan-univind/'>Meeting Strategi Online Dengan UNIVIND</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://inventco.net/social-media-marketing/social-media-marketing-apa-itu-aplikasi-dan-manfaatnya-bagi-pr/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
