Update Social Technographics: Tweetroes itu Conversationalist

Posted in Social Media Marketing by Arham

Idealnya sebuah perusahaan bisa memahami di posisi mana ia berada pada ranah media online, begitupun dengan seorang tweetroes ataupun yang mengaku dirinya netizen. Mungkin anda pernah mendengar Social Technographics? 2 tahun lalu Forresters memperkenalkan social technographics ladder atau anak tangga social media segmentation bagi pengguna internet yang parameter atau indikatornya disandarkan pada frekuensi sosialisasi, dan cara sosialisasi.

Di edisi terdahulu social technographics ladder hanya menyajikan 6 anak tangga: Creator, Critics Collectors, Joiners, Spectators, dan Inactive. Namun demi menyikapi fenomena update status, mulai dari facebook hingga yang paling fenomenal yakni twitter, definisi Social Technographics Forrester mengalami revisi. Forresters memasukan profil Conversationalist dalam anak tangga terbarunya, tepat dibawah creator namun diatas critics.

Conversationalist adalah netizen yang minimal mengupdate statusnya sepekan sekali, karena jika tidak maka ia tidak melakukan “conversation” yang berarti tidak pantas memasuki golongan conversationalist pada social technographic terbaru.

Bagi seorang social media consultant, kini dapat mengidentifikasi social media segmentation. Sementara untuk perusahaan, selain dapat memahami posisi di social media juga dapat merancang social media targeting dengan lebih terperinci berdasarkan social technographics ladder.

>>Pertanyaannya, Kenapa penempatan conversationalist diposisikan pada urutan nomor 2 setelah creator?

This website uses IntenseDebate comments, but they are not currently loaded because either your browser doesn't support JavaScript, or they didn't load fast enough.

Place your comment

Please fill your data and comment below.
Name
Email
Website
Your comment